DOA – PENGAKUAN DOSA – PENGAMPUNAN

Posted on Updated on

Yak 5:13-18

 Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.  Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

Renungan:

Saudara-saudari, bapak/ibu, yang dikasihi Tuhan! Bila kita menyimak sepintas sabda Tuhan yang sudah kita dengarkan tadi, sekurang-kurangnya ada tiga hal mendasar yang mau disampaikan kepada kita, yaitu: doa, pengakuan dosa dan pengampunan.

Sekedar untuk diketahui, situasi orang Kristen mula-mula sangat memprihatinkan. Mereka yang percaya kepada Yesus, dikucilkan dari masyarakat dan dianggap sebagai kafir oleh bangsa Yahudi; yang tidak lain adalah bangsa mereka sendiri. Mereka diibaratkan dengan orang asing di negeri mereka sendiri. Mayoritas di antara mereka alah kelas menengah ke bawah dan hidup di bawah penjajahan kolonial Romawi. Sehingga mereka sangat tertekan dan menderita. Situasi itulah yang mendorong rasul Yakobus, sebagai pemimpin umat di Yerusalem, berusaha meneguhkan dan menghibur umatnya yang sedang mengalami situasi sulit itu.

Ayat yang baru saja kita dengar tadi merupakan sepenggal nasehat rasul Yakobus kepada umatnya dan diteruskan kepada kita sebagai orang Kristen masa kini. Kalau umat dulu tertindas oleh bangsa Roma, apa kiranya yang menindas kita orang Kristen masa kini? Dan bagaimana pula kita bersikap untuk menghadapi situasi itu? Mari kita merenungkan sabda Tuhan yang disampaikan melalui rasul Yakobus ini!

1.     Doa

Mungkin kita terheran-heran mendengar dan menyimak ayat-ayat di atas. Kenapa tidak, karena ayat-ayat di atas menegaskan betapa kuat dan berkuasanya doa yang dimohonkan dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Nabi Elia dipakai sebagai contoh, ketika bersumpah demi nama Tuhan, bahwa tidak akan ada hujan bahkan embun akan turun, kecuali dia meminta kepada Tuhan (1 Raj 17:1). Dan hal itu terjadi: tiga tahun enam bulan lamanya tidak ada hujan dan embun. Baru sesudah Elia memintanya lagi kepada Tuhan, hujanpun turun (2 Raj 18:42-45). Waktu tiga tahun enam bulan, bukanlah waktu yang tidak lama. Bisa kita bayangkan apa jadinya bila hal itu terjadi di pulau kita ini. Kalau sekarang kita membuang percuma segelas air (aquas, kadoz, dll) bahkan sebotol, jika hal itu terjadi, kita pasti akan menjual rumah dan barang-barang berharga kita untuk mendapatkan seteguk air.

Rasul Yakobus ingin mengajak kita untuk berdoa bila menghadapi kesulitan, dan bila mengalami kegeembiraan maka bernyanyilah. Bila ada saudara yang sakit, kita diajak mendoakannya. Rasul Yakobus memberi “garansi” bahwa si sakit akan sembuh; bahkan bila dia berdosa, dosanya akan diampuni. Satu hal yang perlu adalah iman. Namun perlu dicatat di tempat lain dikatakan oleh Yakobus: Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku” (Yak 2:18). Dan, “… Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.“ Yak 2:17). Itu artinya iman itu mesti nampak dalam perbuatan, harus terlihat dalam tindakan kita.

Tentu kita semua yang hadir di sini tidak sedang sakit, sehingga kita mesti berdoa untuk kesembuhan penyakit. Juga tidak berarti bahwa kita yang berkumpul di sini berdosa sehingga kita perlu memohon pengampunan dosa. Kita semua adalah orang beragama dan beriman! Penganut paham dan ideologi Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun yang sering kali terjadi adalah kita yang menyebabkan penyakit itu. Kita menyebabkan penyakit bagi lingkungan dengan membuang sampah sembarangan, membiarkan ruangan kita kotor hanya dengan alasan bahwa itu bukan pekerjaan kita, menyianyiakan selembar kertas terbuang tanpa tertulisi apapun. Kita sering tidak menyadari bahwa menghemat kertas adalah suatu tindakan menyelamatkan bumi, mengurangi pemanasan global dan mencegah penebangan pohon-pohon di hutan Indonesia tercinta ini.

 2.     Pengakuan Dosa

Beralih pada pokok yang kedua, yaitu pengakuan dosa. Rasul Yakobus menganjurkan umatnya untuk saling mengaku dosa dan saling mendoakan, supaya disembuhkan. Namun pengakuan dosa di sini bukan berarti pengadilan umum yang mengharuskan orang berdiri di depan dan mengakui dosa di depan umum. Namun apa yang ingin disampaikan rasul Yakobus adalah, akuilah salah bila salah dan perbaikilah kesalahan itu. Seperti juga dikatakan oleh Hananto Kusumo, penulis terkenal Indonesia, kebenaran bukanlah tidak melakukan kesalahan melainkan mengakui kesalahan dan memperbaikinya. Itulah kebenaran yang sejati.

Mengakui kesalahan itu bisa dimulai dari hal-hal yang sangat kecil dan sederhana. Contoh, suatu waktu kita menulis daftar hadir rapat dan setelah selesai, kita tahu bahwa ada kesalahan penulisan nama salah seorang nama peserta. Satu huruf saja! Kemudian kita dengan rela memperbaikinya kembali tanpa diminta atau diperintahkan oleh yang lain. Atau memungut sampah orang lain dan meletakkannya di tempat sampah tanpa menggerutu dan mengomeli tersebut. Kesalahan yang dimaksud, tidak selalu harus kesalahan kita. Mewakili orang lain dalam kelompok atau sahabat kita untuk meminta maaf kepada pihak lain sudah merupakan salah satu wujud mengakui kesalahan, dan yang menandakan bahwa kita adalah orang Kristen, orang beragama, orang yang beriman.

 3.     Pengampunan

Pokok yang ketiga adalah pengampunan. Pokok ketiga ini, tidak bisa dilepaskan dari pokok pertama (doa) dan kedua (pengakuan dosa). Pengampunan itu tidak jauh-jauh di surga. Melainkan situasi atau suasana hati kita. Setelah kita mengakui kesalahan, kita berdoa, dijamin kita mengalami suasana hati yang tenang. Kalau kita sudah meresa tenang, tidak dibebani dan dikejar-kejar pleh hati nurani kita, saat itu pula, “garansi” rasul Yakobus tadi terpenuhi: Kita telah diampuni!

Kalau tadi kita diajak untuk saling mendoakan dan saling mengaku dosa, kita juga dituntut saling mengampuni, sebagai prasayarat untuk mendapat pengampunan dari Tuhan. Dan hal itu sangat jelas diajarkan oleh Sang Guru Besar kita, Yesus Kristus, dalam doa yang Dia ajarkan kepada kita (Doa Bapa Kami).

Bapak/ibu/saudara/saudari yang dikasihi Tuhan! Tiga hal pokok yang telah kita dengar pada hari ini, ketiga pokok itu juga mengajak kita untuk hidup damai bersama orang lain dan lingkungan sekitar kita. Marilah kita menerapkan hal ini dalam kehidupan kita sehari-hari kita, mulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Jangan menunggu! Roh Tuhan selalu membantu kita. Amin

One thought on “DOA – PENGAKUAN DOSA – PENGAMPUNAN

    [...] NegerikuMahfud MD Tolak Revisi UU KPKDamang Basel, “Hinting pali bukan monopoli agama.”DOA – PENGAKUAN DOSA – PENGAMPUNAN .set-header:after{ background-image: [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s